Tadi pagi ibu cerita tentang tanamannya dan hal kecil yang menurut saya keajaiban.
![]() |
| pict from here |
Ibu saya suka bertanam, keahlian yang dia dapat dari kakek saya -petani bertangan dingin-. Di teras rumah saya ada beberapa tanaman, kebanyakan tanaman toga dan bumbu masak yang berguna: kunyit, temulawak, daun bawang, cabe, kucai, jeruk nipis, dll. Walopun ada juga beberapa tanaman hias dan kaktus. Kebanyakan ditaruh di dalam pot, karena memang areal tanahnya cukup sempit. Karena keterbatasan itu si tanaman harus rutin dirawat: disiram, diberi pupuk, cukup sinar, aman dari tangan-tangan kecil dan hama dan diganti potnya kalau sudah tidak muat. Kalau tidak bakal kering lalu mati. Kadang sudah dirawat dengan telaten pun tetap ada yang diseleksi oleh alam.
Salah satu yang penting adalah pupuk, karena dari sanalah sumber unsur hara yang dibutuhkan. Mau gimana lagi, tanahnya gak ada, akarnya mau kemana-mana tetep aja di dalam pot kecil itu. Biasanya ibu membeli pupuk kompos campur tanah yang dijual pedagang keliling di daerah rumah saya. Datangnya sih berkala. Tapi entah sudah lama tak lewat atau ibu tak punya uang, sudah lama nggak beli pupuk. Persediaan pun sudah habis.
Karena ibu saya cerdik (yeaah..!) muncullah ide: sampah dapur organik di taruh dekat tanaman dan dibiarkan membusuk dan menjadi makanan si tanaman. Kemarin ibu masak kangkung (enaakkk!!), nah bonggol dan batang yang tidak ikut dimasak dipotongi kecil-kecil dan ditaruh di dekat tanaman. Uniknya tadi pagi waktu ibu memeriksa tanaman-tanamannya ada tumbuh tunas kecil dekat salah satu tanamannya, dan itu adalah tunas kangkung. Beliau langsung memanggil saya "Rei, rei sini tak bilangin!!! Ini kangkung yang buat pupuk malah ada yang tumbuh." ekspresif banget pokoknya. Kami terheran-heran dan takjub memandangi tunas kecil kangkung yang survive dan hidup itu. Saking herannya saya tanya: "Masak bisa tumbuh, padahal kan sudah mati, udah dipotingin kecil-kecil pula. Kok bisa ya?" Wong tanaman lain aja banyak yang mati, batin saya. Dan jawaban ibu yang bikin saya tambah takjub
. "Ya kan kekuasaan Tuhan, kalo Dia mau bikin ini hidup ya hidup. Mau udah dipotongin, diinjak-injak, tanahnya dikit, bisa aja tetep hidup, kan Sing Nduwe Donya." :amaze:
Iya... ya. Sehebat itu. Gak peduli hambatan, rintangan dan tekanan dari luar kaya apa, selalu ada kekuatan yang lebih besar dari semua hal itu yang bisa bikin kita tetep survive dan hidup!!! Kadang saking kuatir & takutnya jadi lupa deh ada faktor A itu.
The LORD is my shepherd, I lack nothing.Buat Arisma, Ian, Rea dan Eln walaupun jalan di depan terlihat samar dan berbatu, saya yakin kita mampu melewatinya, saya sudah pernah kok. Believe me, we will Survive and Live, no matter what!!! Caio \(o-o)/
He makes me lie down in green pastures,
he leads me beside quiet waters,
he refreshes my soul.
He guides me along the right paths
for his name’s sake.
Even though I walk
through the darkest valley,
I will fear no evil,
for you are with me;
your rod and your staff,
they comfort me.
You prepare a table before me
in the presence of my enemies.
You anoint my head with oil;
my cup overflows.
Surely your goodness and love will follow me
all the days of my life,
and I will dwell in the house of the LORD
forever.
Taa juga.


